Cara Membuat Pupuk Organik POC Kotlipus

Penggunaan pupuk kimia sintetis saat ini makin meningkat jumlahnya dibandingkan dengan petani yang menggunakan pupuk organik sebagai sumber nutrisi bagi tanamannya. Penggunaan pupuk kimia memang lebih praktis dan instan namun dampaknya bagi kualitas kesehatan hasil pertanian serta dampaknya pada lingkungan cukup buruk.

Padahal, pupuk organik bisa dibuat sendiri dengan menggunakan berbagai macam bahan, tidak hanya menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan ternak, pupuk organik juga bisa dibuat dengan menggunakan kotoran kelinci. Pupuk organik yang dibuat dengan menggunakan kotoran kelinci ini dinamakan POC Kotciplus.

Pupuk POC Kotlipus dibuat dengan mencampurkan bahan kotoran kelinci, urin kelinci, tepung limbah ikan, EM0, dan air kelapa dengan perbandingan secara berturut-turut adalah 4:8:1:1:1. Bahan tersebut difermentasikan atau didiamkan selama 1 bulan  di dalam wadah yang tertutup rapat. Setelah difermentasikan selama 1 bulan, bahan pupuk disaring  dengan menggunakan kain saringan atau saringan tahu dan hanya diambil airnya saja lalu simpan kembali di wadah yang tertutup.

Cara menggunakan pupuk POC Kotlipus adalah pada saat penanaman, kemudian diberikan seminggu sekali dengan cara diberikan pada lubang tanam. Larutkan 20 ml pupuk dengan 1 liter air, kemudian pupuk diberikan dengan dosis setiap tanaman mendapatkan 200 ml. Fungsi dari pupuk POC Kotlipus ini adalah untuk memberikan tanaman unsur-unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan dan juga dalam pembentukan krop.

Dari hasil percobaan perbandingan antara tanaman kubis yang menggunakan pupuk anorganik dengan yang menggunakan pupuk organik menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik bisa meningkatkan diameter tanaman kubis hingga 3,24%, sedangkan bobot tanamannya naik sebesar 6,89%. Hal ini karena penggunaan pupuk organik bisa mendorong pembentukan klorofil daun sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis dan penyerapan nitrogen secara alami dari udara. Dengan demikian tanaman bisa memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap kekeringan, cuaca yang tidak menentu, dan juga lebih tahan terhadap serangan patogen penyebab penyakit.

Penggunaan pupuk organik juga lebih ramah lingkungan sehingga kondisi tanah di lahan tetap subur, mengandung unsur hara yang cukup untuk ditanami kembali, serta kualitas air tanah yang tidak terkontaminasi dengan penggunaan bahan kimia secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.