Cara Mengendalikan Hama Thrips pada Tanaman Tomat dan Cabai

Hama Thrips atau yang disebut dengan Thrips parvispinus atau juga dapat disebut sebagai kutu daun merupakan organisme pengganggu tanaman yang lazim menyerang tanaman tomat dan cabai. Trips atau thrips menyerang daun pupus yang masih muda, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan akibatnya tidak dapat berbuah.

Menurut buku Pest of Crops in Indonesia karya dari Kalshoven, hama thrips bersembunyi pada permukaan daun muda bagian bawah. Daun yang terserang akan berwarna keperakan dan daun mengkerut kearah atas. Serangan hama Thrips sangat terlihat pada pucuk daun. Selain bersembunyi di permukaan bawah daun, thrips juga ditemukan di dalam bunga, karena ukurannya yang sangat kecil, perlu pengelihatan yang lebih teliti.

Thrips

Thrips berkembang dari telur menjadi nimfa lalu menjadi imago/dewasa. Telur diletakkan pada mesophyll. Masa perkembangan dari telur ke nimfa memerlukan waktu 9 hari. Nimfa  berwarna kuning pucat. Dewasa / imago panjang tubuh 0,8 – 0,9 mm, berwarna kuning sampai coklat kehitaman, bersayap namun tidak bisa terbang. Serangan terberat hama Thrips adalah saat musim kemarau. Namun pada musim hujan serangan masih dapat terjadi jika lokasi sawah berada di dataran rendah yang sering mendung dan hujan turun sesekali saja.

Ciri Tanaman Yang Terserang Hama Thrips

Sebagaimana dijelaskan di paragraf awal bahwa thrips menyerang bagian daun yang masih muda. Thrips adalah tipe kutu pencucuk penghisap yang dibawa oleh klaper (imago). Saat klaper mencucuk dan menghisap cairan daun yang merupakan nutrisi makanan mereka. Saat itulah imago meletakkan telurnya di daun muda atau dalam bunga.

Ciri yang paling mudah ditemukan adalah pada daun ujung atau pupus terdapat kerutan ke atas. Seringkali daun yang terserang juga diikuti dengan geminivirus, yaitu virus yang dibawa oleh vektor yang berasal dari tanaman lain. Cirinya daun berwarna kuning. INGAT! Berbeda jika kerutan daun mengarah ke bawah. Hal itu bukan serangan thrips tapi jenis kutu yang lain yang biasa disebut “mite” atau tungau. Hal ini penting untuk diketahui karena berbeda cara penangannnya.

Solusi Pengendalian Hama Thrips

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mencegah gangguan hama thrips pada tanaman tomat dan cabai adalah dengan memilih benih unggul yang telah terbukti tahan virus. Beberapa varietas yang mungkin cocok adalah jenis cabe rawit sonar, dewata, cakra, dll sedangkan tomat dapat memilih varietas unggulan dari panah merah sperti betavila, servo, dll. Namun terkadang suatu daerah sudah endemik, sehingga varietas cabai atau tomat apa pun pasti dilahap oleh hama thrips. Maka perlakuan perawatan yang tepat perlu dijalankan.

Daun yang terserang Thrips

Salah satu kelemahan hama thrips adalah dia tidak suka dengan sinar matahari yang menyengat, makanya dia sembunyi dibawah daun atau di dalam bunga. Penggunaan musla perah akan sangat membantu untuk mengusir hama thrips. Mulsa perak akan memantulkan cahaya matahari yang datang dari atas. Kemudian cahaya memantul melalui permukaan mulsa dan mengenai bagian bawah daun tanaman (yang merupakan tempat persembunyian thrips).

Selain dengan mulsa, tanaman bambu juga dipercaya dapat menghalangi vektor pembawa untuk memasuki wilayah tanaman. Beberapa perusahaan benih multinasional memagari area produksi mereka dengan tanaman bambu yang cukup rimbun. Tapi mungkin cara ini hanya dapat dilakukan jika lokasi lahan di sekitar pekarangan, dan tidak memungkinkan jika berada pada hamparan yang sangat luas.

Penyemprotan Dengan Pestisida

Jenis pestisida khusus untuk membasmi hama thrips pada tanaman cabai dan tomat sangat bervariasi. Yang perlu kawan-kawan perhatikan adalah bahan aktif yang terkandung di dalamnya dan tingkatannya. Bahan aktif yang saat ini banyak dijual dan digunakan, dan terbilang paling ampuh untuk hama thrips adalah pestisida dengan bahan aktif abamectin. Penggunaan abamectin 18 EC telah menjadi hal lumrah bagi petani cabai dan tomat, namun penggunaan secara terus menerus akan menyebabkan hama ini kebal.

Sehingga perlu dilakukan selingan dengan pestisida berbahan lain yang sistemik yaitu imidakloprid. Pestisida imidakloprid ini dapat masuk ke jaringan tanaman sehingga mengakibatkan keracunan bagi thrips dan tidak membuat kebal. Kawan-kawan dapat melakukan selingan 2:1 antara imidakloprid dan abamectin. Misalkan minggu ini dan minggu depan pakai imidakloprid, lalu penyemprotan ke tiga baru gunakan abamectin, dan penyemprotan ke empat kebali gunakan imidakloprid lagi.

Cara penyemprotan untuk hama thrips ini harus dilakukan terbalik, nozle menghadap ke atas dengan sasaran daun bagian bawah dan bunga tanaman, karena disitulah letak markas thrips. Waktu penyemprotan yang paling tepat adalah saat pagi atau sore hari ketika angin tidak bertiup kencang. Lakukan penyemprotan sejak dini, artinya ketika tanaman masih berbentuk bibit, dan rutin seminggu sekali atau saat terlihat 1-2 tanaman terserang.

Mengendalikan hama thrips pada cabai dan tomat hampir sama beratnya, namun jika kita dapat mengenali gejalanya sejak dini maka dapat dengan mudah dibasmi. Kunci sukses menanam cabai dan tomat agar tidak terserang hama thrips adalah selalu memeriksa tanaman dengan teliti dan tidak menunda pengendalian, karena daun yang telah terserang, jaringannya mati dan tidak akan tumbuh lagi. Untuk masalah ini dapat ditambahkan zpt atau giberalin untuk merangsang pertumbuhan daun baru. Penggunaan pestisida boleh disertai dengan perekat dan zpt sekaligus.

Jika ada saran dan pertanyaan silahkan post di kolom omentar di bawah ini ya kawan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.