Cara Praktis Membedakan Sayur Organik dan Non Organik

Sayur organik merupakan sayur yang dibudidayakan tidak hanya tanpa pestisida dan pupuk kimia, tetapi memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekitar. Sayur organik kini menjadi komoditas yang banyak diminati oleh banyak masyarakat, meskipun harganya relatif lebih mahal daripada sayur konvensional, konsumen percaya bahwa dengan mengkonsumsi sayur organik dapat memberikan efek kesehatan yang lebih baik. Namun permasalahannya sekarang adalah bagaimana kita membedakan antara sayur organik dan non organik ketika akan membeli di supermarket atau pasar tradisional?

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang sertifikasi organik yang menghasilkan output berupa label dengan logo Organik Indonesia. Dalam peraturan tersebut disebutkan setiap produk dengan klaim organik harus memiliki sertifikasi dan menggunakan logo Organik Indonesia pada label produknya. Kebijakan ini sebenarnya bermaksud untuk memberi jaminan kepada konsumen serta memberikan daya saing bagi produsen. Dengan adanya logo Organik Indonesia maka konsumen dapat membedakan dengan mudah antara produk yang dihasilkan secara organik atau tidak.

Logo Organik Indonesia

Pada prakteknya, sayur organik saat ini tidak hanya dijual di supermarket. Berdasarkan keterangan dari SPOI (Statistik Pertanian Organik Indonesia), konsumen saat ini lebih memilih untuk membeli sayur organik langsung ke farm produsen atau pasar komunitas. Pada kondisi ini maka kepercayaan menjadi faktor utama bagi konsumen dalam memilih sayur organik, sehingga produsen tidak perlu melakukan sertifikasi untuk menjangkau konsumen. Strategi pemasaran seperti ini memerlukan effort yang tidak sedikit dan berlangsung terus menerus. Lalu bagaimana caranya ketika konsumen dihadapkan pada sayuran organik tanpa label? Berikut adalah beberapa tips yang cukup praktis untuk digunakan dalam menentukan suatu sayur itu organik atau tidak meskipun metode ini tidak 100% akurat.

  1. Amati daun sayuran apakah ada lubang-lubang kecil bekas gigitan hewan atau tidak. Sebuah jurnal ilmiah menunjukkan bahwa adanya lubang pada sayur kubis mengindikasikan rendahnya pemakaian pestisida pada komoditi tersebut.
  2. Amati warna sayuran apakah berwarna cerah atau pucat. Sayur organik memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan sayur non organik.
  3. Amati lapisan luar sayuran apakah mengkilat atau tidak, sayur non organik biasanya terlihat lebih mengkilat yang mengindikasikan adanya residu pestisida kima di lapisan kulit luar sayuran.
  4. Amati tekstur sayuran. Sayur organik memiliki tekstur lebih ulet daripada sayur non organik yang teksturnya lebih keras dan mudah patah.
  5. Amati ukuran sayur. Sayur organik biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil, hal ini justru mengindikasikan tidak digunakannya pupuk atau hormon kimia pengatur tumbuh.

Beberapa tips tadi hanyalah cara sederhana untuk mengetahui sayur organik atau tidak dari penampilannya, namun dalam beberapa kasus cara tersebut tidak akurat karena patokannya adalah residu pestisida yang tertinggal di sayuran. Bisa jadi suatu komoditi diproduksi tanpa menggunakan pestisida tetapi tidak sesuai dengan sistem pertanian organik. Nah, bagi kawan-kawan yang belum tahu apa sih sebenarnya konsep organik itu? mari kita bahas lebih detil lagi…

Pasar Komunitas Organik

Sayur organik dihasilkan dari sistem budidaya yang mengedepankan proses kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan hidup. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia sangat dilarang dalam proses budidaya organik, bahkan kondisi tanah, air, udara dan lokasi harus bebas dari resiko kontaminasi bahan kimia sebelum digunakan untuk budidaya. Lebih jelas lagi tentang peraturan dan standar sistem pertanian organik, kawan-kawan bisa membaca Permentan No. 64 tahun 2013 dan SNI 6729-2016 tentang sistem pertanian organik.

Berikut tadi adalah tips sederhana dari Kang Tani untuk membedakan secara penampilan (praktis) saat akan membeli sayur organik di pasar atau supermarket. Mengkonsumsi sayur organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kita sendiri, tetapi juga memberikan efek keberlangsungan bagi lingkungan yang sangat penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.